INFO

Selama ini ganja memiliki reputasi yang cukup buruk, terutama dalam masalah kesehatan. Penggunaan ganja dalam takaran yang tak tepat dan sembarangan memang bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan. Misalkan kecanduan, rasa cemas, atau kerusakan otak yang berkaitan dengan ingatan. Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa risiko serangan jantung meningkat dalam waktu satu jam setelah seseorang merokok ganja.Meski begitu, rasanya tak adil jika melihat ganja hanya berdasarkan efek buruk yang disebabkannya. Ganja juga memiliki sisi baik dan bisa dimanfaatkan dalam hal kesehatan jika digunakan dengan tepat. Berikut adalah beberapa manfaat mengejutkan yang bisa diberikan ganja untuk kesehatan, seperti dilansir oleh Care2 (07/08).

 

1. Alzheimer
Berdasarkan penelitian oleh Scripps Research Institute, ganja diketahui bisa memperlambat penyakit Alzheimer yang menyerang otak. Hasil ini juga telah diterbitkan dalam jurnal Molecular Pharmaceutics.

 

2. Kecemasan
Peneliti dari Harvard Medical School menemukan bahwa ganja memiliki efek yang bisa membantu menenangkan kecemasan seseorang. Tentu saja, hal ini hanya berlaku dengan penggunaan ganja dalam dosis yang tepat. Penggunaan ganja dalam dosis tinggi justru bisa memberikan efek sebaliknya yaitu meningkatkan kecemasan dan pikiran paranoid.

 

3. Arthritis
Ganja diketahui bisa meredakan rasa sakit dan nyeri, serta peradangan yang berkaitan dengan penyakit arthritis.

 

4. Kanker
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Cancer Therapeutics menemukan bahwa zat cannabidiol yang terdapat dalam ganja bisa ‘mematikan’ gen bernama “Id-1” yang digunakan sel kanker untuk menyebar ke seluruh tubuh.

 

5. Epilepsi
Dalam sebuah penelitian di Virginia Commonwealth University, peneliti menemukan bahwa ganja bisa digunakan untuk menghentikan serangan epilepsi. Meski begitu, penelitian ini baru dilakukan pada hewan dan belum diujicobakan pada manusia.

 

6. Glaucoma
Peneliti saat ini tengah mengembangkan obat baru dengan bahan dasar ganja untuk mengobati sakit yang disebabkan oleh glaucoma. Hal ini dilakukan peneliti setelah mengetahui bahwa ganja efektif untuk digunakan merawat kondisi glaucoma. Glaucoma merupakan kondisi yang meningkatkan tekanan pada bola mata dan bisa memicu kehilangan kemampuan penglihatan.

 

7. Kesehatan paru-paru
Penelitian dalam Journal of the American Medical Association menemukan bahwa ganja bisa meningkatkan kapasitas paru-paru. Hal ini bertentangan dengan kepercayaan banyak orang bahwa ganja bisa menurunkan kapasitas dan kemampuan paru-paru.

 

8. Multiple sclerosis
Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang menyerang saraf-saraf pusat seperti saraf otak, sumsum tulang belakang, dan saraf optik. Sebuah penelitian yang dilakukan di Canadian Medical Association Journal menemukan bahwa cannabioids yang ditemukan dalam ganja bisa menurunkan gejala dan rasa sakit yang disebabkan oleh MS.

 

9. Mual
Ganja mengandung minimal 60 zat kimia yang disebut cannabinoids serta THC yang bisa memberikan efek ‘melayang’ pada penggunanya. Meski begitu, dalam takaran dan cara yang tepat, THC juga bisa digunakan untuk mengatasi rasa mulai, termasuk juga terdapat dalam obat yang bisa menyebabkan rasa mual.

 

10. Penyakit parkinson

Penelitian yang diterbitkan dalam medPage Today menemukan bahwa ganja bisa digunakan untuk mengatasi tremor dan meningkatkan kemampuan motorik pada pasien yang terkena penyakit parkinson.

Itulah beberapa manfaat mengejutkan yang dimiliki oleh ganja untuk kesehatan. Ini bukan berarti Anda bisa langsung menggunakan ganja jika memiliki salah satu penyakit di atas. Penggunaan ganja tetap harus melalui prosedur yang tepat dan dalam dosis yang sesuai juga untuk mendapatkan manfaatnya secara optimal serta mencegah efek buruk yang bisa diberikan oleh ganja.

—————————————————————————————

 

Ganja adalah tumbuhan yang memiliki zat psikoaktif yang bernama Tetrahydro-cannabinol (THC). Cannabis Sativa adalah sejenis herbal yang memiliki senyawa kimia THC yang terbukti memiliki nilai pengobatan yang sangat baik.

Karena memiliki nilai  pengobatan dan terapi, ganja dapat menjadi obat yang sangat baik dalam pengobatan pasien kanker dan AIDS.
Ganja atau Cannabis telah terbukti memainkan peranan penting dalam pengobatan AIDS. Sebuah studi telah dilakukan oleh para peneliti di University of California, San Francisco di mana pasien yang merokok ganja mengalami lega dari rasa sakit kaki kronis yang berhubungan dengan AIDS.
Ganja dapat mengurangi tekanan pada mata. Oleh karena itu, akan sangat membantu dalam mengobati penyakit mata Glaukoma yang bisa menyebabkan kebutaan.
Cara pengobatan Ini sangat ampuh dalam menangani masalah pada pasien yang menderita mual dan muntah sebagai akibat dari pengobatan kemoterapi pada kanker.

Membantu Orang Dengan AIDS
Ganja adalah salah satu obat yang dapat menghilangkan rasa nyeri, mati rasa karna sakit, dan neuropati sensori yang berhubungan dengan AIDS. Neuropati sensorik adalah gangguan saraf yang umum terjadi pada pasien HIV yang menunjukkan gejala seperti mati rasa, rasa sakit, dan kesemutan di tangan dan kaki.
Ganja dapat membantu menjaga nafsu makan, meningkatkan nafsu makan dan meningkatkan keinginan untuk makanan sehingga dapat mempertahankan berat badan pasien.

Ganja membantu dalam mengurangi sakit otot dan nyeri sendi
Laporan penelitian dari jurnal Neurology menyatakan bahwa ganja bisa mengurangi nyeri saraf pada pasien HIV. Dalam sebuah percobaan, 50 orang yang mengalami gangguan saraf HIV diminta untuk merokok ganja 3-4 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyeri saraf dapat dikurangi menjadi 34% pada pasien tersebut. Menurut penelitian dan laporan ilmiah, rokok ganja telah terbukti mengurangi nyeri saraf kronis pada pasien HIV sebesar 70%. Dan telah terdeteksi tidak ada efek samping yang serius.
Merokok Ganja tidak secara langsung berhubungan dengan kanker paru-paru, namun iritasi yang disebabkan oleh masuknya asap ganja ke dalam saluran pernafasan dapat menyebabkan bronkitis. (cpt)http://www.fogcityjournal.com/news_in_brief/bcn_aids_mj_study_070212.shtml

 

—————————————————————————————

Efek Konsumsi Ganja

BANYAK orang yang telah menggunakan ganja (marijuana) sebagai pengobatan medis selama ribuan tahun. Marijuana telah dipuji sebagai resep untuk berbagai macam penyakit. Dokter bahkan pernah menggunakannya untuk merangsang nafsu makan, menghilangkan rasa sakit kronis, serta mengobati asma dan migrain.

Namun, meski faktanya marijuana telah terdaftar sebagai tanaman obat yang disetujui di US Pharmacopeia pada 1940-an, ganja tetap saja memiliki efek yang buruk bagi tubuh.

Ganja mengandung bahan aktif yang disebut delta-9-tetrahydrocannabinol (THC), zat psikoaktif yang sangat kuat. Hal ini bertanggung jawab atas potensi dan efek keracunan. Penurunan memori jangka pendek di beberapa pengguna adalah salah satu efek dari mengkonsumsi ganja.

Sementara efek lainnya, antara lain auditory atau halusinasi visual, amnesia, peningkatan nafsu makan, peningkatan atau penurunan kenikmatan seksual, peningkatan sensasi, memvariasikan tingkat euforia, mulai dari perasaan kesejahteraan umum dengan efek tawa panjang, mulut kering sementara, serta memvariasikan jumlah paranoia dan kecemasan di beberapa pengguna.

Sementara efek bagi paru-paru terbukti bahwa orang yang merokok ganja secara teratur mungkin memiliki banyak masalah pernapasan dibandingkan dengan perokok tembakau, demikian seperti yang dilansir Steadyhealth.

Masalah-masalah ini termasuk batuk harian dan produksi dahak, lebih sering penyakit dada akut, peningkatan risiko infeksi paru-paru dan kecenderungan yang lebih besar terhadap saluran udara terhambat. Bahkan parahnya, agen penyebab kanker telah ditemukan dalam asap ganja daripada dalam asap tembakau.

Banyak pengguna muda yang mengatakan bahwa kecanduan ganja adalah hal yang tidak mungkin. Ini tentu saja tidak benar. Penggunaan ganja jangka panjang dapat menyebabkan kecanduan bagi sebagian orang, yang berarti bahwa mereka menggunakan obat kompulsif meskipun mengganggu keluarga mereka, sekolah, pekerjaan, dan kegiatan rekreasi.

Ketika seseorang secara kimiawi tergantung pada ganja, itu berarti bahwa ia harus menggunakan lebih dan lebih untuk mendapatkan efek yang sama. Gejala-gejala penarikan yang paling umum adalah: depresi, gangguan tidur dan mual.

 

—————————————————————————————

 

Manfaat Ganja ‘Marijuana’ Untuk Kesehatan

Inilah Manfaat Ganja ‘Marijuana’ Untuk Kesehatan. yang dilakukan oleh pemerintah Amerika serikat terhadap pelegalan marijuana sontak membuat beberapa negara tercengang. Kepemilikan sejumlah kecil ganja menjadi barang yang tidak dianggap tabu lagi di negara tersebut. Salah satunya negara bagian Washington, Colorado, dan Oregon, Amerika Serikat.

Tanaman kanabis ini menghasilkan marijuana yang merupakan daun dan pucuk tanaman yang mengandung bahan psikoaktif delta-9 tetrahidrocanabinol (THC).
THC diserap melalui paru-paru atau perut ke dalam aliran darah dan pada akhirnya dibawa ke otak. Di mana zat tersebut membanjiri reseptor dengan bahan kimia yang membangkitkan rasa senang di otak.

Disebutkan, pada umumnya, mengisap marijuana memberikan efek santai pada pengguna. Marijuana juga meningkatkan nafsu makan. Drug Enforcement Administration (DEA) and the Drug Policy Alliance (DPA), menyebutkan beberapa keunggulan marijuana untuk kesehatan. Berikut di antaranya :

1. Kanker. Ganja bisa menjadi salah satu obat dalam terapi penyembuhan kanker. Cara kerjanya adalah dengan mengaktifkan molekul-molekul dalam tubuh seperti cannabinoid receptor, yang pada akhirnya akan menghentikan pengiriman sinyal rasa sakit ke otak.

2. Multiple Sclerosis. Seperti yang dikutip dari Dailymail, ekstrak daun ganja juga bisa digunakan dalan penyembuhan penyakit multiple sclerosis. Seperti diketahui, multiple slerosis merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf yang diakibatkan oleh kerusakan myelin, sebuah pelindung yang mengelilingi serabut pada sistem saraf pusat. Saat myelin mengalami kerusakan, organ tersebut akan mengganggu penyampaian pesan antara otak dan bagian tubuh lainnya.

3. Epilepsi. Senyawa cannabidiol dalam tanaman ganja efektif dalam meredakan nyeri yang terjadi di otak, yang biasanya menjadi pemicu kejang pada pasien epilepsi. Senyawa inidibantu oleh senyawa lain dalam tanaman ganja, yakni GWP42006.

4. Senyawa dalam ganja juga disebutkan mampu membantu menyingkirkan penyakit arthritis, sakit kepala, parkinson, glaukoma, hipertensi, alzheimer, dan lainnya.

Meski memiliki manfaat bagi beberapa penyakit, penggunaan marijuan tidak bisa seenaknya. Diperlukan takaran yang tepat agar penggunaan marijuana memperoleh manfaat bagi kesehatan. Peneliti di Cannabis Research Center, San Francisco, seperti yang dikutip dari Canabismd, menyebutkan takaran normalnya.

Takaran tepat ganja yang dibuat menjadi rokok untuk tujuan medis adalah dari angka 10 hingga 20 gram ganja per minggu atau sekitar 1 hingga 3 gram per hari. Meskipun telah ada dosis tepat dalam penggunaan ganja, diperlukan pantauan pihak media dalam pelaksanaannya. Konsumsi ganja yang asal-asalan bukan tidak mungkin mengakibatkan masalah kesehatan seperti paru-paru hingga terganggunya fungsi memori.



You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.